ruang-ganti-psg_20150416_005639

Nasib Kostum Pemain SepakBola Setelah Pertandingan Selesai

Liputanbola.co – Jika kita sering melihat pertandingan sepakbola di televisi , kita pasti sering melihat pemain yang berlaga di liga-liga besar benua Eropa bertukar kostum dengan pemain lawan ketika pertandingan telah usai. Atau melihat kejadian sang pemain melemparkan kostum sepakbola ke arah penggemar .

Tetapi mengapa kita jarang melihat kejadian tersebut di Liga Indonesia ?

Mekanisme pemberian kostum oleh apparel (penyedia kostum) di tiap negara atau tiap tim suatu kesebelasan itu berbeda . Mungkin kita beranggapan hanya di Indonesia yang dalam satu musin hanya diberi 2 pasang kostum kandang maupun tandang. Sebenarnya tidak sedikit pula tim dari benua Eropa yang membatasi jumlah kostum kepada pemainnya.

Pemain terlihat hanya memakai kostum yang itu-itu saja ketika bertanding . Tak jarang pula pemain tidak mengganti kostum yang dikenakan pada saat istirahat babak pertama walaupun tersedia kostum yang kedua

Pembantu umum atau biasa di sebut dengan kit man adalah orang yang paling sibuk dalam tim sebelum pertandingan di mulai . Mereka bertanggung jawab sepenuhnya untuk menyiapkan kostum sepakbola sebelum pertandingan , menata dan menggantungnya pada lemari yang ada di dalam ruang ganti. Selesai pertandingan kit man juga harus memastikan kostum yang telah di pakai oleh para pemain terkumpul dalam jumlah yang sama seperti sebelum pertandingan di mulai dan mendata jika ada kostum yang hilang . Baju-baju yang kotor lantas di kirim untuk di laundry dan mendapatkan perawatan kembali .

Lantas bagaimana jika terjadi pemain bertukar kostum dengan pemain lawan ?

Biasanya tiap kesebelasan mempunyai aturan menghemat baju untuk para pemainnya . Bertukar kostum bisa dilakukan dengan izin tertentu atau ketika berlangsung pertandingan besar . Contohnya pertandingan final Liga Champion , yang biasanya menggunakan kostum khusus dengan mencantumkan tim yang bertanding . Jadi kostum tersebut hanya sekali pakai saja .

Ada juga aturan dari suatu kesebelasan , ketika pemain kehabisan kostum maka sang pemain harus membeli dari apparel penyedia kostum, dengan kata lain biaya kostum di bebankan kepada pemain .Untuk pemain dengan gaji yang besar yang bermain di Liga Inggris, Spanyol atau Italia tentu bukan menjadi masalah besar jika harus mengganti kostum karena gaji mereka lebih dari cukup untuk membayar kostum apabila hilang.

Kostum yang di pakai dan banyak keringat sebenarnya tidak baik bagi kulit sang pemain. Menurut Sports Performance Bulletin , ketika istirahat babak pertama , pelatih bisa meminta kepada pemain untuk mendinginkan suhu tubuh melalui terapis yang tersedia. Hal itupun juga tergantung pada kondisi di lapangan , apakah dilangsungkan saat cuaca panas atau bersalju. Proses pendinginan dilakukan agar temperatur suhu menjadi turun sehingga kondisi tubuh pemain bisa cepat pulih untuk bermain pada babak ke dua.

Kostum yang banyak keringat dan di pakai oleh pemain bisa membuat pemain tidak fokus karena bau yang tidak nyaman. Seorang atlet tidak di anjurkan untuk memakai baju olahraga berulang kali dan lebih di anjurkan memakai pakaian olahraga untuk sekali pakai .

Bagaimana Nasib Kostum Jika Terjadi Pertukaran ??

Setelah pindah kepemilikan , yang terjadi dengan kostum adalah bermacam-macam. Ada yang dibiarkan dengan kondisi penuh keringat dan tidak di cuci seperti yang terjadi pada Andik Firmansyah kepada jersey David Beckham . Ada yang di lelang , di laundry dan di masukkan lemari dan lain-lain.

Menurut Clint Mathis , seorang pesepakbola asal Amerika Serikat , bertukar kostum setelah pertandingan usai adalah suatu bentuk saling menghormati . Ketika bertanding kita menjadi rival akan tetapi setelah pertandingan berakhir kembali menjadi seorang teman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*