gatusso

Gattuso Akan Jadi Dewa Penyelamat MILAN

Liputanbola.co – AC Milan tengah memasuki babak baru setelah menghentikan Vincenzo Montella sebagai pelatih. Gennaro Gattuso akan mengambil pekerjaan itu. Dengan karakternya yang berbeda, ia bisa menyelamatkan Milan dari keterpurukan.

Banyak yang meragukan kualitas Gattuso sehingga banyak tiforis Milan yang kemudian menyayangkan keputusan menunjuknya sebai pelatih baru. Pasalnya, pelatih 39 tahun ini dinilai belum memiliki pengalaman melatih tim utama sebesar Milan.

Memang demikian kenyataannya. Sebelumnya, Gattuso pernah melatih sejumlah klub setelah pensiun sebagai pemain.

Ia mengawali karier kepelatihannya di Swiss bersama FC Sion. Wakut itu, ia menjadi pelatih tapi uga merangkap sebagai pemain.

Kemudian ia ditunjuk sebagai pelatih tim utama Palermo pada 2013. Namun kariernya tak lama, ia hanya bertahan dalam delapan pertandingan sebelum akhirnya dipecat.

Pada tahun 2014, ia melanjutkan kariernya di OFI Crete kemudian ke AC Pisa. Setelah itu, ia mendapatkan panggilan melatih tim Primavera Milan pada bulan Juli 2017 kemarin. Hanya empat bulan setelah melatih tim muda, ia mendapat promosi ke tim utama setelah pemecatan Montella.

Sebelum menunjuk Gattuso, AC Milan pernah beberapa kali menunjuk mantan pemainnya sendiri yang terbilang masih belum cukup punya pengalaman melatih. Clarence Seedorf pernah dipanggil untuk melatih Milan kemudian gagal. Filippo Inzaghi juga pernah melatih Milan selama satu musim 2014/2015 dan juga berakhir dengan pemecatan.

Gattuso bisa menjadi pengecualian. Ada beberapa atribut yang melekat pada Gattuso yang bisa membuatnya mungkin sukses daripada pendahulunya.

Ia akan membuktikan kemampuannya untuk yang pertama kalinya ketika Milan menghadapi Benevento di pekan yang akan datang.

Selama menjadi menjadi pemain, Gattuso terkenal sebagai pemain yang sangat keras di atas lapangan. Tidak sekali, mantan pemain penggawa Timnas Italia ini terlibat adu fisik dengan pemain selama bertanding. Siapa saja yang berani membuat ulah padanya siap ia hadapi.

Jika membandingkan Gattuso dengan gelandang lain di dunia mungkin ia bukan yang terbaik dalam hal teknik dan semacamnya. Namun soal semangat, Gattuso ini sepertinya tidak ada yang mengalahkan. Ia seperti orang yang punya rasa lelah. Semangat dan kerja kerasnya patut mendapat acungan jempol.

Kepribadian yang berkobar-kobar seperti yang terdapat pada diri Gattuso seperti ini pasti akan menular kepada anak asuhnya. Dan mental seperti ini sangat dibutuhkan Milan yang tengah mengalami masalah mentalitas.

Perlu diketahui bahwa Milan musim ini sebenarnya tidak punya masalah di bidang finansial seperti yang terjadi pada musim-musim sebelumnya dalam satu dekade terakhir. Kualitas pemain mereka juga tak kalah bagus dibanding dengan klub lain di Serie A.

Pada bursa transfer musim panas kemarin, Milan berani menggelontorkan dana tak kurang dari 200 juta euro untuk membeli 11 pemain baru. Nama-nama yang dibeli mayoritas adalah pemain tenar seperti Leonardo Bonucci, Andre Silva, Ricardo Rodriguez, Lucas Biglia dan seterusnya.

Namun kualitas pada masing-masing pemain tersebut tidak setara dengan hasil di atas lapangan. Memasuki pekan ke-14, Milan telah mengalami enam kekalahan dan jauh tertinggal di peringkat tujuh. Dengan zona degradasi hanya berjarak 10 poin.

Kehadiran sosok keras seperti Gattuso sangat diperlukan untuk membangunkan Milan yang sedang tertidur lelap. Pelatih kalem murah senyum seperti Montella sepertinya memang tak akan mampu membangunkan Milan yang sejak 2011 tak pernah menjadi juara liga.

Jadi wajar jika mantan pemain AC Milan, Gianluca Zambotta menyamakan Gattuso dengan Fabio Capello—pelatih yang pernah menghadirkan sembilan trofi bersama Milan sebagai pelatih. Zambrotta menyebut antara Gattuso dan Zambrotta memiliki kesamaan; keduanya tak punya rasa takut menghadapi apapun.

“Pelatih yang mirip dengannya? Capello, untuk karakter dan cara mengelola tim. Mereka berdua memiliki kharisma dan tidak pernah takut mengatakan sesuatu di hadapan Anda. Mereka punya nyali tinggi,” ucap Zambrotta.

Dibandingkan dengan jajaran pelatih Milan pasca Massimiliano Allegri (pelatih terakhir yang membawa Milan juara Serie A), Gattuso merupakan sosok yang paling lama membela Milan.

Gattuso gabung dengan Milan dari klub bernama Salernitana pada tahun 1999. Ia terhitung sebagai pemain legendaris dengan melakukan 466 penampilan. Ia merasakan 12 trofi bersama Milan termasuk dua gelar juara Serie A dan Liga Champions. Sekali merasakan gelar Piala Dunia pada tahun 2006 bersama Timnas Italia. Sebagai pemain sepakbola, ia bisa dikatakan sudah purna.

Jika dibandingkan dengan Seedorf, Gattuso lebih lekat dengan Milan. Seedorf baru gabung dengan Milan pada tahun 2002 setelah membela Real Madrid dan Inter Milan. Pemain asal Belanda ini mencatatkan 431 penampilan bersama Milan.

Sementara itu, Inzaghi gabung dengan Milan sejak 2001 dari Juventus. Meskipun sama-sama sukses di Milan seperti Gattuso, namun Inzaghi terhitung cuma 300 kali menjalani laga bersama Milan.

Pada akhirnya, Gattuso melampaui pengalaman dua mantan rekannya di Milan yang pernah ditunjuk sebagai pelatih tersebut. ‘DNA Milan’ ini sepertinya yang menjadi faktor besar bagi manajemen Milan menunjuk Gattuso agar kelak bisa bangkit.

Gattuso bisa mengikuti jejak langkah Diego Simeone yang saat ini menukangi Atletico Madrid. Dua pemain ini punya karakter mirip: sama-sama keras.

Setelah gantung sepatu sebagai pemain, pria asal Argentina tersebut memutuskan menjadi pelatih. Sifat kerasnya berlanjut ketika menjadi pelatih pelatih. Namun justru itu yang membuatnya sukses.

Bersama Atletico, pelatih yang memiliki julukan El Cholo tersebut pernah menjuarai La Liga pada musim 2013/2014. Ia juga selalu sukses mengantarkan timnya lolos ke kompetisi Liga Champions dalam beberapa musim terakhir bahkan menjadi finalis pada musim 2013/2014 dan musim 2015/2016..

Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa watak keras tak selalu berujung buruk. Simeone menempatkan hal itu pada proporsi yang benar ketika melatih Atletico Madrid sehingga ia terbilang sukses sampai saat ini. Ini yang perlu menjadi perhatian, bahwa watak keras Gattuso bisa menjadi kunci untuk kebangkitan Milan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*